
Pemindahan IKN, Pasukan Disiagakan
Tanjung Selor – Menyambut perpindahan ibu kota dari Jakarta ke Nusantara, Komando Resor Militer (Korem) 092/Maharajalila menggelar apel pasukan kesiapsiagaan, Jumat (28/1/2022).
Komandan Resor Militer (Danrem) 092/Maharajalila, Brigjen TNI Rifki mengatakan, Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) telah mengesahkan rancangan Undang-Undang Ibu Kota Negara (RUU IKN) menjadi Undang-Undang (UU). Seluruh jajaran Korem 092/Maharajalila menyatakan sikap mendukung program pemerintah untuk memindahkan IKN ke Kaltim.
“Untuk menjaga kondusifitas daerah kita juga akan melakukan sosialisasi,” kata Danrem kepada awak media usai memimpin upacara.
Apalagi, terakhir pemindahan IKN ini memicu gejolak. Diharapkan, melalui upaya yang dilakukan dapat meminimalisir agar tidak terjadi hal-hal yang besar. “Jadi, apel gelar pasukan ini sangat penting bagi satuan sebagai salah satu bentuk sederhana untuk mengukur kesiapsiagaan satuan Korem 092/Maharajalila dan satuan bawah," tulisnya.
Bahkan seluruh jajaran Kodam VI Mulawarman telah berkomitmen untuk mengawal pelaksanaan pemindahan IKN. "Kami juga sudah membentuk posko pengamanan proyek strategis nasional (PSN) Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) Tanah Kuning-Mangkupadi," ungkapnya.
Hal ini juga merupakan bagian dari upaya untuk mendukung program pemerintah. Harapannya, PSN KIPI ini bisa berjalan sesuai harapan. Sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kaltara.
"Sekarang ini kita masih dihadapi dengan pandemi Covid-19. Hal ini berdampak terhadap menurunnya kesejahteraan masyarakat," ujarnya.
Karena itu, TNI AD harus membantu masyarakat meningkatkan kesejahteraan serta mengantisipasi kasus yang terjadi. Khususnya puncak varian Omicron yang diprediksi akan terjadi Februari mendatang.
“Kita akan terus berupaya untuk melakukan pencegahan agar kasus tidak melonjak,” bebernya.
Untuk itu, Jendral bintang satu di seluruh jajaran Korem 092/Maharajalila agar terus memberikan dukungan kepada pemerintah dalam upaya penanganan Covid-19 melalui program vaksinasi dan penegakan protokol kesehatan (prokes), termasuk pemulihan ekonomi demi mengatasi berbagai kesulitan masyarakat.
“Kepala seluruh komandan Satuan agar menjaga kesiapan operasional satuannya. Yakinkan bahwa dalam melaksanakan dapat dipahami dan dijangkau. Sehingga, tidak ada lagi keraguan dalam mengambil tindakan,” ujarnya.
Dalam hal ini, seluruh jajaran juga harus mempedomani beberapa hal. Pertama, implementasikan sapta marga dan sumpah prajurit serta delapan wajib simpanan TNI. Dua, tunjukan jati diri TNI AD sebagai tentara rakyat, penjuang, nasional dan profesional. Tiga, pertajam aktif terhadap perkembangan situasi dan melakukan tindakan pro segara ancaman. Khususnya yang bisa menganggu persatuan dan kesatuan bangsa. Empat, tegakan Kepemilikan dan pertahakan keutuhan NKRI sampai titik penghabisan darah. Lima, prajurit Korem 092/Maharajalila harus hadir di tangah kesulitan masyarakat apapun bentuk dan menjadi solusi. Enam, lakukan tindakan yang berdampak pada kesejahteraan masyarakat agar mampu menumbuhkan kecintaan dan kasih sayang rakyat kepada seluruh prajurit.
“TNI juga harus meningkatkan sinergitas dengan pemerintah, Polri, dan komponen masyarakat lain dalam rangka menyukseskan program pemerintah,” pungkasnya.
Leave a Comment